Postingan

Menampilkan postingan dari 2011

Blur

   Alkisah, Tuhan menciptakan seorang manusia yang istimewa, sebut saja namanya Amin. Ketika dilahirkan, tak tampak sesuatu pun yang istimewa, ia seperti bayi lainnya. Semua tentang dirinya tampak normal pada masa balitanya. Keanehan mulai muncul ketika ia berusia 5 tahun, setelah ia tak lagi dimandikan oleh ibunya, dan waktu itu dia mulai ikut mengaji di mushalla selepas maghrib. Singkatnya, setelah dia mulai mengenal norma-norma kesusilaan, dia menjadi berbeda dengan orang lain.     Bermula ketika pada suatu saat, sepulang sekolah, ia lupa uluk salam dan langsung ke dapur mencari ibunya, yang ternyata tidak berada di sana, maka ia menuju ke kamar orangtuanya, dan segera setelah dia membuka pintu, dia menjerit. Waktu itu ibunya berada di kamar sedang mengganti baju, Amin melihatnya, dan menjerit karena yang dia lihat bukan sosok ibunya melainkan sebuah bayangan blur, buram, warna sawo matang dengan pulasan warna hitam di atasnya, dan lebih mengerikan lagi, keti...

Bisul

Namanya Bambang Sulistyawan, tapi dalam percakapan di antara kami, mahasiswa, kami menyebutnya Pak Bisul. Tampaknya ia adalah seorang dosen di Fakultas Kedokteran. Dalam birokrasi Universitas, tampaknya dia bertugas memastikan bahwa tiap delegasi mahasiswa yang dikirim ke luar kampus untuk mengikuti berbagai kompetisi bergengsi dalam keadaan baik, siap mental, tahu sopan santun, dan akhirnya tidak memalukan. Tugasnya berlangsung bukan cuma pra acara, dia membimbing mahasiswa selama masa persiapan hingga saat berlangsungnya kegiatan, bahkan ketika perlombaan selesai, dia masih tampil, membesarkan hati yang kalah, dan mengucapkan selamat kepada yang berhasil, serta menyampaikan pesan-pesan lainnya. Agaknya ia telah cukup berpengalaman dalam bidang ini. Pertama kali paman bertemu dengannya kira-kira 2 minggu sebelum keberangkatan saya dan kawan-kawan ke Makassar guna mengikuti Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional, 18-23 Juli 2011. Pak Bisul ini pada dasarnya seorang yang baik dan ramah, tapi k...

Zaman

Seorang guru yang merasa bahwa generasi muda masa kini tak menaruh perhatian terhadap sastra domestik yang bermutu, suatu ketika berseru kepada sekalian murid : "Siapa bisa menyerukan suatu kutipan dari karya sastrawan Indonesia terkemuka, kuganjar ia dengan hadiah setimpal!" Sejanak hening. Lantas sekonyong-konyong berdirilah seorang murid di pojok kelas. Bertutur lantang, “ Kalau mati, dengan berani ; kalau hidup, dengan berani . Kalau keberanian tidak ada, itulah sebabnya setiap bangsa asing bisa jajah kita!! Pramoedya Ananta Toer.” Wajah Sang Guru sumringah, "Kemarilah nak, Bapak tak segan-segan menghadiahi anak muda yang teringat kata-kata Pramoedya. Yang kau ucapkan tadi itu dalam betul maknanya. Inilah, di kantong Bapak cuma ada dua puluh ribu. Sini, ambil". Si Murid masih berdiri, menggigit bibir bawahnya, lalu berkatalah ia, "Apabila seseorang diupah karena apa yang ia ucapkan, adakah kita masih sezaman dengan saat orang ditangkap karena ucapann...

Cacing

Jika anda menilai seorang hanya dari tampangnya, maka anda laksana cacing, yang indera penglihatannya hanya bisa membedakan terang dan gelap

Dermawan

Seperti benda yang panas, yang menyalurkan panasnya ke segala arah, seorang dermawan memberikan apa yang ia punya sehingga apa yang ia miliki sebanding dengan orang lain. Dia tidak akan pernah kehabisan hartanya, ia tak akan jatuh miskin. Sebagaimana suatu benda tidak akan kehilangan panasnya, dan anjlok ke suhu nol mutlak.

Sejarah

   10 tahun yang lalu, pertengahan tahun 2001, sebuah stasiun televisi swasta (RCTI atau SCTV, paman lupa) selama seminggu menampilkan serial dokumenter bertajuk 100 Tahun Bung Karno, acara tersebut ditayangkan setelah siaran berita petang, sekitar pukul 18.30. Paman tak pernah melewatkan tayangan spesial itu. Waktu itu paman tinggal di rumah kontrakan yang sekarang kami sebut 'Rumah Dasri' (pemilik rumah bernama Dasri). Televisi berada di ruang tamu yang sekaligus berfungsi sebagai ruang keluarga. Dan ketika penayangan '100 Tahun Bung Karno' itu, entah kenapa lampu ruangan tersebut selalu mati. Kemungkinan kabelnya putus. Paman tak ingat persis. Yang paman ingat cuma ruangan gelap, dan paman suka acara itu.    Mungkin itulah awal ketertarikan paman kepada sejarah. Mengesankan sekali, mereka yang ada di layar televisi itu--sebagian besar telah mati--semua bergerak cepat, berbicara tanpa suara. Mereka seolah hidup lagi. Timbul kesadaran di benak paman, sebagaimana ora...

Akihito

Gambar
Bayangin deh, pagi-pagi saat kamu menggeliat di tempat tidur, tanganmu menyenggol seseorang di sebelahmu. Pasti kamu kaget. Dan kamu bakalan lebih kaget, kalo saat kamu ngeliat mukanya, ternyata dia Akihito... Kaisar Jepang. Pasti kamu garuk-garuk kepala sambil mikir, 'Kenapa dia bisa ada di sini?'... Kaisar Akihito

Tawaran Terakhir

"DATANG dan pekerjakan aku," teriakku, sementara pagi hari aku berjalan di atas jalan berdebu. Dengan pedang di tangan, Raja datang dengan kereta perang. Dia menggenggam tanganku dan berkata, "Aku akan menyewamu dengan kekuasaanku." Tetapi kekuasaan tidak berarti apa-apa, dan dia pergi bersama kereta perangnya. Di siang bolong, rumah-rumah berdiri dengan pintu terkunci. Aku menyusur di atas jalan yang menikung. Lalu seorang lelaki tua datang dengan kantong penuh emas. Dia tertegun, lalu berkata, "Aku akan menyewamu dengan uangku." Dia menghitung keping demi keping, tetapi aku berpaling. Petang datang. Pinggiran kebun penuh bunga bermekaran. Pelayan cantik datang dan berkata, "Aku akan mempekerjakanmu dengan senyumku." Senyumnya pucat dan meleleh dalam air mata, dan dia berlalu sendiri dalam gelap. Matahari memapar pasir, gelombang laut membabibuta. Seorang anak sedang bermain dengan kerang. Dia mengangkat tangan dan tampaknya men...

Ketika Bulan Jatuh (Part II)

Oke, ngelanjutin resensi kemarin... Singkat aja ya... ... Maka, seperti yang dikehendaki pemerintah, masyarakat tetap tenang. Bahkan ketika malam Bulan purnama, dan Bulan tampak lebih besar dari biasanya, alih-alih ketakutan, orang-orang justru senang dan berharap Bulan selamanya tampak sebesar itu. Akhirnya setelah bunker-bunker selesai dibangun, melalui gereja, masyarakat diberitahu apa yang sebenarnya akan terjadi. Maka gemparlah dimana-mana. Di sisi lain, Edgar Hopkins merasa lega karena tidak lagi menyimpan rahasia--sekarang ia bisa bercerita dan bertukar pikiran dengan orang-orang mengenai bencana yang diramalkan akan terjadi itu. Hari berganti hari, tibalah hari yang menurut kalkulasi para ahli Bulan akan pecah dan jatuh pada hari itu. 3 Mei, jam 8 malam. Sejak pagi orang-orang bersiap untuk masuk ke bunker perlindungan. Namun Hopkins berniat akan tinggal di rumahnya sendiri, apapun yang akan terjadi. Dia merasa senang karena ternyata bukan dia sendiri yang ingin tinggal di...

Ketika Bulan Jatuh (Part I)

Gambar
Setelah paman resign dari universitas konvensional, paman mendapat banyak kesempatan untuk membaca buku-buku yang paman sukai. Tapi paman masih mengikuti kebiasaan lama ketika mendekam di perpustakaan, dan dalam hal meminjam buku; hari Senin-Kamis buku-buku serius (filsafat, politik, ekonomi, sastra lama, dll.), koran n majalah (tak lupa majalah 'Penjebar Semangat'); dan hari Jum'at paman biasa meminjam buku untuk bekal weekend (meskipun sekarang weekend atau tidak, sama saja). Biasanya yang paman pinjam di hari Jum'at adalah novel, antologi puisi, buku sejarah, atau kumpulan esai Goenawan Mohamad (yang belum juga selesai paman baca).    Nah, Jum'at pekan lalu dalam rangka mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris, paman memilih novel terbitan Longman, yang bahasanya sudah disederhanakan dengan glosarium yang lengkap pula (cocok buat yang sedang beralih dari intermediate ke advanced ), dan buku biografi Haji Agus Salim yang dari buku tersebut, telah paman post k...

Sebuah Surat dari Kartini

Gambar
Tahun 1903, kalangan intelektual dan pemerintah Hindia Belanda gempar, disebabkan berita mengenai seorang inlander (pribumi); pemuda Minangkabau (dibesarkan di Riau) yang bersekolah di HBS (Hogere Burger School) Batavia; bernama Agus Salim. Dia lulus dengan nilai terbaik di seluruh Hindia Belanda (waktu itu ada 3 HBS di Hindia Belanda). Bukan saja untuk satu bidang studi, nilai-nilainya untuk bidang Ilmu Sosial, Ilmu Pasti, bahkan bahasa Belanda, terbaik di seluruh Nusantara. Sayangnya dia berasal dari keluarga dengan keadaan finansial pas-pasan.    Kabar tentang anak jenius berusia 19 tahun ini dengan cepat menyebar, dan terdengar juga oleh Raden Ajeng Kartini, putri bangsawan asal Jepara. Hatinya begitu tersentuh. Dia kemudian menulis surat untuk kepada temannya, Ny. Abendanon, istri pejabat tinggi pemerintah Hindia Belanda bidang pendidikan. Waktu itu Kartini berusia 24 tahun, dan Agus Salim 19 tahun. Demikian bunyi suratnya, paman kutip dari buku "100 Tahun Haji Agus Sal...

The Deaf World

Gambar
   Coba bayangin kalau suatu hari, secara mendadak Tuhan mencabut pendengaran setiap manusia (maksudnya kemampuan manusia untuk mendengar dihilangkan). Alhasil jadilah kita sekumpulan makhluk sexy tuli. Hii... Na'udzubillahi min dzalik, jangan sampai deh!. Tapi mari kita teruskan berimajinasi, bagaimana jadinya dunia 'tanpa telinga'.    Awalnya jelas, kekacauan akan terjadi dimana-mana; mobil-mobil pada tabrakan, penyeberang jalan pun banyak yang ngga selamet gara-gara ngga denger suara klakson; pesawat-pesawat pada jatuh, hilang, atau paling mending terpaksa mendarat darurat, karena para pilot ngga bisa berkomunikasi sama orang di bandara, mereka ngga tau harus mendarat di landasan nomor berapa; orang-orang banting HP karena dikira rusak; headphone, earphone, klephone diinjak-injak; kacau deh pokoknya, yang jelas kita-kita pada nangis.    Selanjutnya kaya di film-film, pemerintah Amerika mulai ribut, CIA ditugasin nyelidikin sebabnya orang-orang pada bud...

Fraksi Mahasiswa

Gambar
Assalaamu'alaikum....Halo, para keponakan...     Ide yang paman kembangkan untuk tulisan ini sebenarnya udah pernah paman pakai untuk mengirim artikel untuk rubrik 'Debat Mahasiswa' di harian Suara Merdeka. Tapi karena ga dimuat, jadi paman tulis di sini aja. Artikel itu udah lama dikirimnya, jadi kemungkinan besar sekarang udah dihapus sama redaksi atau masuk spam. Kalo dipost di sini kan ada kemungkinan dibaca.    Jadi begini inti ide paman... Kalian tentu tau kan, bahwa para aktivis mahasiswa itu senengnya demo, segalamacem kebijakan pemerintah dijadikan bahan untuk berunjukrasa. Nah, apakah itu didengar oleh para pemimpin daerah atau pemimpin negeri? Dengar sih dengar, orang mereka punya kuping, dan para mahasiswa itu teriaknya pada keras-keras. dan kalaupun ruang kantor pejabat itu kedap suara, setidaknya mereka kan bisa liat di tivi. Tapi yang paman maksudkan adalah, apakah demonstrasi mereka itu dijadikan bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan da...

Jalan Kaki

Paman sering dianggap aneh oleh kawan-kawan di kampus karena paman sering berjalan kaki. Lho... seharusnya ini tidak aneh, jalan kaki kan menyehatkan... apalagi menurut para ahli kesehatan : jalan kaki adalah olahraga yang termurah. Juga untuk jarak dekat, orang memang disarankan untuk berjalan kaki saja, atau bersepeda, daripada naik motor atau mobil... sama saja menyumbang asap untuk atmosfer dunia. Lalu mengapa saya dianggap aneh? Hoho... karena paman, dengan hobi berjalan kaki ini, telah melakukan perjalanan-perjalanan yang umumnya dilakukan di atas jok motor atau mobil, dengan berjalan kaki.  Wonodri-Tembalang Paman seorang adalah (mantan) Mahasiswa di kota Semarang, tepatnya di Universitas Diponegoro kampus Tembalang, yang letaknya di daerah bagian selatan kota, yang sering disebut penduduk setempat sebagai 'Semarang Atas'. Sebagai seorang mahasiswa, paman selalu membutuhkan buku-buku penunjang kegiatan perkuliahan atau untuk melakukan penelitian, namun ser...

Sindrom Ikalisme

Siapa tak kenal tetralogi novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata , yang keempat-empatnya bercerita tentang kehidupan Ikal --yang merupakan representasi dari diri pribadi penulis, yang memang berambut ikal. Masa kecil si Ikal ini diceritakan dalam buku pertama tetralogi tersebut, berjudul Laskar Pelangi . Ikal adalah anak melayu Belitung (dalam novel tertulis 'Belitong'), ayahnya seorang kuli PN Timah, sejenis BUMN yang bergerak di bidang penambangan timah di pulau Belitung, ibunya tidak bekerja. Maka mereka adalah kaum miskin. Nah, meskipun demikian, ayah Ikal tetap menyekolahkannya, tentu saja dengan harapan bujangnya itu kelak tidak mengikuti jejak ayahnya menjadi tukang sekop bijih timah. Wabakdu masuklah si Ikal di SD Muhammadiyah Gantong, sebuah sekolah yang nyaris ditutup lantaran kekurangan murid. Di sekolah inilah Ikal bertemu kawan-kawannya yang luar biasa, antara lain Lintang, anak pesisir dengan kecerdasan tingkat tinggi yang tidak lazim dimiliki seorang anak SD d...

Efek Kupu-Kupu

Efek kupu-kupu ( Butterfly effect ) adalah istilah untuk sebuah teori Chaos. Istilah ini merujuk pada sebuah pemikiran bahwa kepakan sayap kupu-kupu di hutan belantara Brazil dapat menghasilkan tornado di Texas beberapa bulan kemudian      Sudah baca teks diatas? bisa membayangkan? percaya ngga sama teori tersebut? Hmm.. Kalau paman sih percaya saja, toh yang dikatakan disitu adalah ' dapat menghasilkan... ' bukan ' pasti menghasilkan... ', sepakat? memang begitulah semua yang namanya teori. Sebab para pencetus berbagai teori toh manusia biasa, sepintar apapun mereka, mereka cuma menerka-nerka saja iya kan? , jangankan cuma teori, lha wong yang sudah 'naik pangkat' jadi Hukum saja belum tentu cocok di segala kondisi kok! contohnya ya Hukum Newton. Sebelum ada Mekanika Kuantum sama Teori Relativitas, para ilmuwan kan yakin bahwa segala gerakan  materi di alam semesta ini 'patuh' sama Hukum Newton, namun  akhirnya 'ketahuan' bahwa ternyata untuk b...

Kepriben Kiye Nasibe "Enyong"?

Lho.. lho.. lho.. kok paman disuruh bersabar? Oohh, oalah.. jadi kamu kira paman sedang meratapi nasib paman? Hahaha, bukan, bukan. Liat tuh, "Enyong"nya pake tanda petik kan? Jadi maksud paman ini bukan nasib paman sendiri, tapi nasib bahasa per-"enyong"-an. Iya, bahasa Tegalan dan bahasa-bahasa daerah lain di Indonesia ini.  Huss! ga usah dipikirin bagaimana? baca nih, artikel di situs "Raja Ali Haji" : Kendari, Sultra - Ratusan bahasa daerah di nusantara terancam punah karena sudah semakin jarang digunakan. Perlu ada upaya penyelamatan jika kekayaan budaya bangsa itu ingin dipertahankan. Hal itu dikemukakan Ketua Asosiasi Tradisi Lisan Pudentia MPSS di sela-sela lokakarya internasional "Celebrating Diversity" yang digelar di Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (8/9/2011). "Banyak bahasa daerah yang terancam punah jika tidak segera dilakukan upaya penyelamatan dengan berbagai cara, salah satunya pendokumentasian...

Sambutan Seorang Paman

Saat berkunjung ke blog ini, anggap saja sedang bertandang ke rumah paman! Karena saya memang seorang paman, Paman Buaya Lihatlah kata-kata dalam Header blog ini : " Uncle Crocodile Loves You " Verb dalam kalimat tersebut memiliki akhiran -s, artinya ini sebuah 'General Truth'. Ya, Saya mencintai anda, meski saya tidak kenal siapa anda. Well, ini blog baru saya meski ini bukan kali pertama saya membuat blog... Coba anda tebak, kira-kira nantinya blog ini akan berisi sampah macam apa ? Baik, Pamanmu ini adalah seorang penulis, dan seniman kehidupan, yang menjalani kehidupan dengan caranya sendiri yang unik. Ya ya ya, Paman senang akhirnya kau tahu juga... Paman akan menuliskan banyak hal disini, mulai dari ide-ide gila paman, artikel-artikel dari Anarchist CookBook, juga beragam 'kue-kue' sains, politik, ekonomi, sastra dan sebagainya dengan sumber buku-buku dari sebuah Perpustakaan besar milik sebuah PTN bergengsi di pulau Jawa. (Ssstt... Paman juga se...